Juara 1

ABSTRAK

KADAR LAKTAT, DEFISIT BASA, DAN ASIDOSIS METABOLIK SEBAGAI FAKTOR PREDIKTOR TINDAKAN LAPAROTOMI PADA PASIEN TRAUMA TUMPUL ABDOMEN DENGAN FAST POSITIF DI IRD-RSU Dr. SOETOMO SURABAYA

Husnul Ghaib, Vicky S Budipramana

DEPARTEMEN ILMU BEDAH FK – UNAIR/RSU Dr. SOETOMO SURABAYA – INDONESIA

PENDAHULUAN

Tindakan operasi pasien trauma tumpul abdomen dengan pemeriksaan FAST positif (intra-abdominal bleeding) didasarkan pada pemeriksaan fisik dan tanda vital sebagai parameter haemodinamik, yang bisa menggambarkan kondisi syok dan hipoperfusi jaringan.1 Pengambilan keputusan untuk operasi harus cepat dan tepat. Namun munculnya tanda-tanda syok dan hipoperfusi jaringan dari pemeriksaan fisik dan tanda vital sering terlambat, sehingga meningkatkan mortalitas, dimana setiap terlambat 3 menit kematian akan meningkat 1%. Keraguan dan kesalahan tersebut akan menunda tindakan operasi, dan pasien jatuh pada kondisi syok berkepanjangan yang sering bersifat irreversible. 2

Marker metabolik (kadar laktat, defisit basa, dan asidosis metabolik) dapat muncul lebih awal dan lebih objektif dalam mengukur hipoperfusi jaringan.1Penelitian ini untuk membuktikan apakah marker metabolik dapat digunakan sebagai faktor prediktor tindakan laparotomi pada pasien intra-abdominal bleeding.

METODE

Penelitian ini jenis uji diagnostik dengan desain analitik observasional. Populasi penelitian adalah pasien internal bleeding dengan fast positif di IRD – RSU Dr. Soetomo Surabaya. Secara consecutive samplingditentukan 40 sampel yang sesuai kriteria inklusieksklusi. Pengolahan data menggunakan SPSS 18.0 dengan analisis multivariat uji Regresi logistik ganda model prediktif. Koordinat kurva ROC untuk menentukan nilai cut of point kadar laktat dan defisit basa.

HASIL

Secara statistik marker metabolik dapat memprediksi tindakan laparotomi dengan signifikansi asidosis (p: 0,007), laktat darah (p: 0,008), dan defisit basa (p: 0,037). Berdasarkan cut of pointkadar laktat (2,7 mmol/L) memiliki sensitivitas 92%, spesifisitas93%, nilai duga positif96%, nilai duga negatif 88%, akurasi 93%, dan defisit basa (-3,5 mEq/l) memiliki sensistifitas 92%, spesifisitas 73%, nilai duga positif85%, nilai duga negatif 85%, akurasi 85%, sedangkan pH darah atau asidosis memiliki sensitivitas 68%, spesifisitas 93%, nilai duga positif94%, nilai duga negatif 64%, dan akurasi78%

KESIMPULAN

Kadar laktat, defisit basa, dan asidosis metabolik dapat digunakan sebagai faktor prediktor tindakan operasi laparotomi pada pasien intra-abdominal bleeding, akurasinya masing-masing 93%, 85%, dan 78%.

REFERENSI

  1. Hoff WS. Practice Management Guidelines for the Evaluation of Blunt Abdominal Trauma. J Trauma. 2002;53:602-15.

  2. John C, Stanly T, Prashant D, Lloyd G, Charles M. Time to laparotomy for intra abdominal bleeding from trauma does affect survival for delay to 90 minutes. The Journal of Trauma. 2002;52(3):420-5

Keyword: Marker metabolik, laparotomi, intra-abdominal bleeding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Official web Tritonaward PPDS